Posted on Leave a comment

Butuh Dana Untuk Usaha? Kredit Modal Kerja Adalah Pilihannya

Ilustrasi Kredit Modal Kerja

Kredit modal kerja atau disebut dengan KMK merupakan salah satu program pemerintah dimana hadir menjadi solusi bagi para pelaku usaha atau UMK. Tentunya mereka yang sedang kekurangan ataupun membutuhkan dana buat mengembangkan bisnis yang mereka miliki tersebut. 

Adapun fasilitas kredit inipun diberikan buat memenuhi kebutuhan modal kerja dengan tujuan pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah sendiri ternyata telah menggelontorkan dana hingga 53,5 triliun sebagai penjaminan kredit modal kerja yang akan disalurkan melalui 15 bank sekaligus. Bagi anda yang penasaran lebih jauh mengenai pinjaman ini maka dapat menyimak penjelasan berikutnya. 

Apa Itu Kredit Modal Kerja? Simak Berikut 

Modal usaha sendiri memang menjadi komponen paling penting dari berdirinya sebuah usaha. Tetapi sayangnya, para pelaku usaha ternyata kerap kebingungan dalam mencari sumber dana sebagai tambahan modal nantinya. Sebab tanpa modal cukup, seorang pemilik usaha tentu akan kesulitan dalam mengatur kegiatan operasional. 

Oleh karena itulah melihat kondisi tersebut maka pemerintah memberikan solusi paling tepat. Yakni dengan cara menghadirkan kredit modal kerja dengan tujuan buat memulihkan perekonomian Nasional. Program kredit inilah diberikan kepada pelaku usaha baik untuk perusahaan korporat ataupun UMKM. 

Di Dalam praktiknya, dana yang diberikan tersebut dapat digunakan sebagai pembiayaan usaha dari persediaan operasional hingga digunakan buat membayar utang dagang. Adapun bentuk modal kerja tersebut adalah uang rupiah atau valuta asing. 

Dengan adanya modal usaha itulah tentu bisa membantu perusahaan dimana mempunyai pendapatan tidak stabil alias mempunyai penjualan musiman. Oleh karena itulah kemungkinan besar hasil pendapatannya memang tidak bisa diprediksi setiap tahun. 

Syarat Mengajukan KMK Untuk Perorangan dan Badan Usaha 

Sampai disini, anda pastinya tertarik buat mendapatkan pinjaman satu ini bukan? Sebelum anda memutuskan buat membuka pinjaman maka pahami syarat-syaratnya dibawah ini dahulu. 

a) Nasabah Usaha Perorangan

  1. Fotokopi KTP Pemohon dan Suami/Istri 
  2. Fotokopi Surat Nikah bagi yang sudah menikah
  3. Fotokopi KK 
  4. Rekening Koran Tabungan minimal 6 bulan 
  5. NPWP 
  6. Fotokopi perizinan Usaha 
  7. Fotokopi kepemilikan agunan 
  8. Kredit diberikan dalam valuta rupiah dan valuta asing. 

b) Nasabah Badan Usaha 

  1. Fotokopi seluruh  pengurus dan pemegang saham perusahaan 
  2. Fotokopi rekening koran tabungan atau giro minimal 6 bulan terakhir 
  3. Fotokopi NPWP Pribadi dan perusahaan 
  4. Fotokopi Laporan Keuangan 
  5. Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan dan Akta Perubahannya 
  6. Fotokopi perizinan usaha mulai dari SIUP, SITU, TDP atau NIB 
  7. Dokumen kepemilikan agunan 

Keberadaan jenis pinjaman satu ini memang mempunyai banyak manfaat bagi perusahaan seperti melancarkan kegiatan operasional, melindungi perusahaan agar dapat terhindar dari krisis modal kerja hingga mempercepat pengembangan perusahaan. Sudah siap buat mengambil kredit modal kerja untuk memulai usaha? 

Posted on Leave a comment

Take Over Kredit Rumah Resmi dan Tercatat Bank

jenis kpr rumah

Over Kredit Rumah atau pemindahan cicilan KPR dari pemilik asal/lama ke pemilik baru tanpa sepengetahuan bank bersangkutan, sebenarnya bisa saja dilakukan. Bahkan prosesnya cepat dan memakan biaya yang minim. Tapi, sebaiknya jangan Anda lakukan! Hal itu sangat beresiko buat Anda sebagai pemilik baru dari rumah tersebut. Selain itu ada lagi jenis KPR rumah lainnya.

Jika ternyata si pemilik lama rumah itu berniat tidak jujur pada Anda, atau pemilik lama meninggal dunia tanpa ahli warisnya terlalu banyak tahu status kepemilikan rumahnya, wah..Anda bisa sial dibuatnya! 

Terlebih jika berurusan dengan bank. Bisa saja bank dari pemilik KPR itu tidak akan mengeluarkan sertifikat rumah tersebut pada Anda yang dianggap bukan debiturnya. Atau jika ternyata si pemilik lama rumah itu mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri, yakni menjual rumahnya ke orang lain. Maka Anda bisa bersengketa dengan orang lain tanpa Anda memiliki surat-surat resmi bahwa Anda pemilik baru dari rumah tersebut.

Jadi, sebaiknya lakukan prosedur yang lebih aman dan lebih tidak beresiko buat Anda, yakni Take Over Kredit Rumah! Yakni Ambil Alih dan Ganti Nama Kredit Rumah secara resmi dan tercatat di notaris. Termasuk Nama Anda sudah menggantikan pemilik lama rumah itu dan menjadi orang yang wajib meneruskan pembayaran cicilan rumah ke bank’ bersangkutan.

Masih belum mengerti pengertian Take Over dan jenisnya? Berikut ini ulasan mengenai apa itu “Take Over” dan berbagai jenisnya.

Pengertian Take Over dan Jenisnya

Take Over adalah kredit yang diajukan oleh perorangan dikarenakan adanya pemindahan jaminan dan outstanding pinjaman dari bank lama ke bank baru. Adapun jenis Take Over Individu adalah:

  1. Take Over  Murni adalah kredit yang diajukan oleh pihak perorangan dimana terjadi pemindahan jaminan dan outstanding  pinjaman dari bank lama ke bank baru.
  2. Take Over Jual Beli adalah kredit yang diajukan oleh pihak perorangan dimana terjadi transaksi jual beli dengan kondisi jaminan sedag diangunkan oleh pihak penjual di bank.
  3. Take Over Top Up adalah kredit yang diajukan oleh pihak perorangan dimana terjadi pemindahan jaminan dan outstanding pinjaman beserta penambahan plafond dari bank lama ke bank baru.

Nah, salah satu sistem Take Over yang biasa dilakukan adalah Over Kredit Rumah, yakni pemindahan kepemilikan rumah dari pemilik lama ke pemilik baru dimana cicilan rumah masih belum selesai beres. Untuk itu, Anda sebagai pemilik baru dari rumah bertanggungjawab untuk melanjutkan pembayaran cicilan rumah tersebut.

Sudah paham,kan? Demikian ulasan tentang istilah Take Over dan Over Kredit Rumah

Posted on Leave a comment

Mengenal Jaminkan Sertifikat Rumah dengan Mudah

Ilustrasi rumah

Keadaan keuangan yang mendesak sering menjadi alasan banyak orang mengajukan pinjaman. Mulai dari pinjaman online, Kredit Tanpa Agunan (KTA), ataupun Kredit Multiguna (KMG), bahkan dana tunai jaminan sertifikat rumah.

Sebelum Anda mengajukan pinjaman, tentu harus menghitung jumlah dana yang diperlukan. Apabila ternyata, kebutuhan dana cukup besar sampai miliaran rupiah, pinjaman tanpa agunan bukan pilihan yang tepat.

Jaminkan Sertifikat Rumah dengan Mudah

Anda bisa mengajukan pinjaman dengan jaminan, seperti KMG. Salah satu barang berharga yang bisa menjadi agunan, yakni sertifikat rumah atau sertifikat tanah.

Pinjaman dengan jaminan biasanya menawarkan plafon yang tinggi dari Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar, bahkan ada menyediakan pinjaman Rp 40 miliar. Sementara itu, memberikan tenor lebih panjang dari 5 tahun hingga 15 tahun. Namun, ada pula yang memberi jangka waktu hingga 20 tahun.  

So bawah ini ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah:

  • Syarat Kelayakan Pemohon

Sama seperti pinjaman lainnya, dana tunai jaminan sertifikat rumah meminta beberapa persyaratan tertentu yang mesti dipenuhi. Syarat tersebut, diantaranya harus berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Umur pemohon minimal sekitar 21 tahun sampai 65 tahun.

Selain itu, Anda juga harus memiliki pendapatan tetap, baik yang berasal dari gaji bulanan maupun penghasilan bisnis yang dijalankan. Pasalnya, bank dan lembaga pembiayaan akan menentukan jumlah minimal pendapatan ini. Semua jumlahnya berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing lembaga keuangan.  

Informasi terkait penghasilan tersebut diperlukan untuk melihat kemampuan keuangan dan kemampuan pembayaran cicilan setiap bulan. Bagaimanapun juga, lembaga keuangan ini bisa berusaha meminimalisir risiko dalam setiap pinjaman yang dikucurkan.

  • Syarat Dokumen Pendukung

Saat Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah, maka harus langsung mengisi aplikasi permohonan pinjaman. Pastikan sudah mengisi semua kolom dengan benar.

Cantumkanlah nomor telepon dan email yang valid, agar semua pihak bank atau lembaga pembiayaan mudah untuk menghubungi dan melakukan verifikasi kepada kamu. Selain itu, Anda juga bisa melampirkan atau menyertakan dokumen pendukung pengajuan pinjaman, yaitu fotokopi KTP, Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Bahkan, juga ada Kartu Keluarga (KK), sertifikat rumah yang akan dijaminkan, NPWP, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), slip gaji, rekening koran, dan bukti perizinan usaha. 

  • Syarat barang yang diagunkan

Selain seluruh persyaratan di atas, Anda juga harus memenuhi syarat untuk rumah yang menjadi agunan. Hal ini berarti, tidak semua rumah dapat dijadikan sebagai jaminan pinjaman meski nilai jualnya sangat tinggi.

Lokasi rumah sebenarnya menentukan diterima atau tidaknya pengajuan jaminan pinjaman Ansa. Rumah yang ideal bisa dijadikan jaminan, ketika berada di dekat jalan raya atau setidaknya memiliki akses yang bisa dilewati oleh satu mobil.

Namun bila rumah Anda memenuhi semua persyaratan yang tercantum di atas, maka niat mendapatkan pinjaman dapat segera diwujudkan. Dana tunai jaminan sertifikat rumah ke bank atau lembaga yang tepat, agar bisa menyelamatkan kondisi keuangan ataupun mendapatkan dana darurat.